Metro, 27 Juni 2024 — Transformasi digital dalam pendidikan tinggi menuntut dosen tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu merancang materi pembelajaran digital secara sistematis, menarik, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Learning Object Materials (LOM) yang dilaksanakan di Aula Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan peny...

Metro, 27 Juni 2024 — Transformasi digital dalam pendidikan tinggi menuntut dosen tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu merancang materi pembelajaran digital secara sistematis, menarik, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Learning Object Materials (LOM) yang dilaksanakan di Aula Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan penyelenggaraan pembelajaran digital di Universitas Muhammadiyah Metro. Bimtek diikuti oleh dosen dan tenaga akademik serta diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengembangkan bahan pembelajaran yang dapat digunakan secara efektif dalam lingkungan pembelajaran digital.

Bimtek menghadirkan Eko Risdiyanto, S.Si., M.Cs. dari Universitas Bengkulu sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penguatan mengenai konsep sekaligus praktik penyusunan Learning Object Materials, mulai dari bagaimana materi pembelajaran dirancang, diorganisasikan, hingga dikembangkan menjadi sumber belajar digital yang dapat digunakan secara fleksibel oleh mahasiswa.

Learning Object Materials sebagai Bagian dari Transformasi Pembelajaran

Learning Object Materials atau LOM merupakan materi pembelajaran digital yang dirancang sebagai unit-unit belajar yang terstruktur sehingga dapat digunakan dan dikembangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pengembangan LOM memberikan peluang bagi dosen untuk menyajikan materi tidak hanya dalam bentuk teks, tetapi juga dapat dikombinasikan dengan video, gambar, presentasi, aktivitas interaktif, asesmen, maupun berbagai sumber belajar digital lainnya.

Pemanfaatan LOM menjadi semakin penting dalam pendidikan tinggi karena proses pembelajaran tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pertemuan tatap muka. Materi pembelajaran perlu dapat dipelajari mahasiswa secara fleksibel, baik sebelum, selama, maupun setelah kegiatan perkuliahan.

Dengan desain yang tepat, LOM juga memungkinkan mahasiswa mempelajari kembali bagian tertentu dari materi sesuai dengan kebutuhan dan kecepatan belajarnya masing-masing. Dengan demikian, teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian materi, tetapi menjadi bagian dari desain pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna.

Relevan dengan Pengembangan Pembelajaran di S2 Bimbingan dan Konseling

Bagi Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Metro, pengembangan materi pembelajaran berbasis digital memiliki relevansi yang semakin kuat sejalan dengan perubahan karakteristik pembelajaran pada jenjang pascasarjana.

Materi pada bidang bimbingan dan konseling dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk learning object, seperti video demonstrasi keterampilan konseling, rekaman simulasi konseling individual dan kelompok, studi kasus digital, bahan asesmen, modul interaktif, video mikro-konseling, bahan refleksi, hingga materi pembelajaran berbasis kasus.

Pengembangan tersebut memungkinkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual, tetapi juga dapat mengamati, menganalisis, merefleksikan, dan mempraktikkan kompetensi yang dipelajari.

Pemanfaatan teknologi pembelajaran juga sejalan dengan perkembangan bidang bimbingan dan konseling yang semakin bersinggungan dengan teknologi digital. Konselor dan akademisi BK pada masa kini perlu memahami perkembangan cyber counseling, asesmen berbasis teknologi, media layanan BK digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, serta berbagai inovasi teknologi yang mendukung layanan bimbingan dan konseling.

Mendorong Pembelajaran yang Lebih Fleksibel dan Bermakna

Kegiatan pengembangan LOM menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ekosistem pembelajaran digital yang tidak hanya berorientasi pada penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga memperhatikan kualitas desain pembelajaran.

Materi digital yang dirancang dengan baik dapat mendukung pembelajaran yang lebih fleksibel, interaktif, terdokumentasi, serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengakses sumber belajar secara lebih luas.

Bagi Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Metro, penguatan kapasitas pembelajaran digital menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan pendidikan pascasarjana yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melalui pengembangan bahan pembelajaran digital yang semakin terstruktur dan inovatif, proses pendidikan calon ahli, peneliti, dan praktisi di bidang bimbingan dan konseling diharapkan semakin mampu mengintegrasikan keilmuan BK, teknologi, kompetensi profesional, dan nilai-nilai profetik dalam menghadapi kebutuhan pendidikan dan layanan konseling pada era digital.