METRO,– Mahasiswa Program Studi Magister (S2) Bimbingan dan Konseling Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro mengikuti kegiatan Sosialisasi Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Intoleransi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini berlangsung di Aula Gedung E.1.6 dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi sebagai bagian dari upaya universitas membangun lingkungan akademik yang aman, beretika,...

METRO,– Mahasiswa Program Studi Magister (S2) Bimbingan dan Konseling Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro mengikuti kegiatan Sosialisasi Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Intoleransi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini berlangsung di Aula Gedung E.1.6 dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi sebagai bagian dari upaya universitas membangun lingkungan akademik yang aman, beretika, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Dalam kegiatan tersebut, Retno Fajarwati, M.Pd. hadir sebagai pemateri. Peserta mendapatkan penjelasan tentang pentingnya kesadaran seluruh sivitas akademika untuk memahami, mencegah, dan menyikapi berbagai bentuk kekerasan di lingkungan kampus, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media digital.
Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari penerapan pedoman pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi yang ditetapkan oleh Universitas Muhammadiyah Metro. Pedoman tersebut menjadi acuan bersama dalam mencegah serta menangani kasus kekerasan di lingkungan universitas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman tentang pengertian dan bentuk-bentuk kekerasan, mekanisme pelaporan, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Peserta juga mendapat kesempatan berdiskusi dan menyampaikan pandangan mengenai upaya menciptakan kampus yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi.
Bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling, materi ini memiliki arti penting. Sebagai calon konselor dan pendidik, mereka dituntut peka terhadap isu kekerasan dan perundungan, mampu memberikan pendampingan yang empatik, serta berperan aktif menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik di kemudian hari.
Dengan mengikuti kegiatan ini, Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling Pascasarjana UM Metro berharap seluruh mahasiswa semakin sadar dan bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.