Sumber : SMA Muhammadiyah 2 Metro Metro, 3 Juli 2025 — Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling UM Metro kembali melaksanakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan In House Training (IHT) bersama SMA Muhammadiyah 2 Metro. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen akademik dalam memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan satuan pendidikan menengah. Pada hari kedua pelaksanaan, IHT mengusung tema “Peningkatan Peran Guru BK dalam Penguatan Program Se...

Sumber : SMA Muhammadiyah 2 Metro

Metro, 3 Juli 2025 — Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling UM Metro kembali melaksanakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan In House Training (IHT) bersama SMA Muhammadiyah 2 Metro. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen akademik dalam memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan satuan pendidikan menengah.

Pada hari kedua pelaksanaan, IHT mengusung tema “Peningkatan Peran Guru BK dalam Penguatan Program Sekolah”, yang bertujuan memberikan pendampingan, wawasan baru, serta penguatan fungsi Bimbingan dan Konseling di lingkungan sekolah.

Kegiatan berlangsung secara interaktif, diisi dengan pemaparan materi, diskusi kelompok, dan sesi tanya-jawab antara peserta dan pemateri. Materi yang disampaikan meliputi:

  • Strategi kolaboratif antara guru BK dan manajemen sekolah,

  • Optimalisasi layanan BK dalam mendorong prestasi siswa,

  • Peran guru dalam membangun iklim sekolah yang sehat secara psikoedukatif.

Turut hadir dalam kegiatan ini para guru BK, wali kelas, dan tenaga pendidik lainnya dari SMA Muhammadiyah 2 Metro yang sangat antusias mengikuti kegiatan hingga akhir sesi. Suasana pelatihan terlihat hidup, penuh keakraban, namun tetap fokus pada substansi pengembangan kompetensi.

Harapannya, kegiatan ini mampu:

  • Meningkatkan profesionalisme guru dalam perencanaan program sekolah,

  • Memperkuat posisi layanan BK sebagai bagian integral dari kemajuan sekolah,

  • Menjadi media silaturahmi dan pertukaran pengalaman antara praktisi pendidikan.

Program seperti ini menjadi wujud nyata kontribusi Program Studi Magister BK UM Metro dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Kolaborasi antara kampus dan sekolah seperti ini penting untuk terus dikembangkan. Tidak hanya memberikan dampak langsung, tetapi juga memperluas jangkauan ilmu dan penguatan kompetensi praktis,” ujar salah satu peserta kegiatan.


Metro, 3 Juli 2025 — Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling UM Metro kembali melaksanakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan In House Training (IHT) bersama SMA Muhammadiyah 2 Metro. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen akademik dalam memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan satuan pendidikan menengah.

Pada hari kedua pelaksanaan, IHT mengusung tema “Peningkatan Peran Guru BK dalam Penguatan Program Sekolah”, yang bertujuan memberikan pendampingan, wawasan baru, serta penguatan fungsi Bimbingan dan Konseling di lingkungan sekolah.

Kegiatan berlangsung secara interaktif, diisi dengan pemaparan materi, diskusi kelompok, dan sesi tanya-jawab antara peserta dan pemateri. Materi yang disampaikan meliputi:

  • Strategi kolaboratif antara guru BK dan manajemen sekolah,

  • Optimalisasi layanan BK dalam mendorong prestasi siswa,

  • Peran guru dalam membangun iklim sekolah yang sehat secara psikoedukatif.

Turut hadir dalam kegiatan ini para guru BK, wali kelas, dan tenaga pendidik lainnya dari SMA Muhammadiyah 2 Metro yang sangat antusias mengikuti kegiatan hingga akhir sesi. Suasana pelatihan terlihat hidup, penuh keakraban, namun tetap fokus pada substansi pengembangan kompetensi.

Harapannya, kegiatan ini mampu:

  • Meningkatkan profesionalisme guru dalam perencanaan program sekolah,

  • Memperkuat posisi layanan BK sebagai bagian integral dari kemajuan sekolah,

  • Menjadi media silaturahmi dan pertukaran pengalaman antara praktisi pendidikan.

Program seperti ini menjadi wujud nyata kontribusi Program Studi Magister BK UM Metro dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Kolaborasi antara kampus dan sekolah seperti ini penting untuk terus dikembangkan. Tidak hanya memberikan dampak langsung, tetapi juga memperluas jangkauan ilmu dan penguatan kompetensi praktis,” ujar salah satu peserta kegiatan.